(Puisi)
R.I.P
Senja mengharu
biru
Memerah darah
Pucatpasi-kan
wajah yang terbuang
Dari peradaban
Kelamkan senyum
yang mengerucut
Pedih, saat
bibir terpecah darah
Lalu,
biarkan segenggaman tangan remas perah hati
...
Dan hancur.
Lebur. Tak bersisa.
Bandarlampung,
27112013