Selasa, 24 Desember 2013

R.I.P (puisi)


(Puisi)
R.I.P

Senja mengharu biru
Memerah darah

Pucatpasi-kan wajah yang terbuang
Dari peradaban

Kelamkan senyum yang mengerucut
Pedih, saat bibir terpecah darah
Lalu, biarkan segenggaman tangan remas perah hati
...
Dan hancur. Lebur. Tak bersisa.

Bandarlampung, 27112013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar